10 Hal Wajib Dilakukan Sebelum Ubah Theme WordPress

Hal Wajib Dilakukan Sebelum Ubah Theme

Hal Wajib Dilakukan Sebelum Ubah Theme

10 Hal Wajib Dilakukan Sebelum Ubah Theme WordPress – Jika Anda pengguna WordPress maka tentu Anda pernah melakukan pengubahan theme setidaknya sekali di website Anda yaitu mengubah theme default WordPress ke theme pilihan Anda. Salah satu kelebihan dari WordPress adalah kemudahannya dalam melakukan pengubahan theme bagi penggunanya. Anda hanya membutuhkan beberapa klik saja untuk melakukannya. Namun, pengubahan theme sebuah website tidaklah sesederhana seperti Anda mengubah dan mengaktifkannya.

Pada bahasan ini, kami akan menjelaskan tentang Hal Wajib Dilakukan Sebelum Ubah Theme WordPress. Tahapan dalam daftar berikut sangatlah penting agar proses pengubahan theme Anda berjalan dengan baik.

1. Buat Catatan pada Theme Anda saat ini

buat catatan theme lama

Banyak pengguna WordPress menemukan beberapa solusi permasalahan mereka dengan melakukan Google. Tak jarang solusi tersebut harus diaplikasikannya ke pada bagian tertentu di theme mereka seperti harus menambahkan beberapa baris code secara manal di functions.php atau ke file lainnya. Karena perubahan yang dilakukan tersebut hanya sekali saja dilakukan maka sering sekali kita akan melupakannya.

Untuk itu, pastikan Anda mengecek file theme di WordPress Anda terkait perubahan apa yang telah dilakukan pada theme saat ini dan catat semuanya termasuk code yang telah ditambahkan. Pastikan juga Anda mencatat load time thema Anda saat ini karena dengan begitu maka Anda akan dapat membandingkan dengan thema yang akan Anda gunakan. Anda dapat menggunakan GTMetrix atau Pingdom Tools untuk melakukan pengecekan.

2. Waspada dengan Sidebar

dukungan sidebar

Anda harus memastikan bahwa theme baru yang akan Anda gunakan telah memiliki widget yang siap digunakan. Widget sidebar sangatlah mudah digunakan sehingga banyak sekali user yang melakukan perubahan di dalamnya. Kami melihat bahwa widget sidebar merupakan bagian yang sering diubah oleh pengguna WordPress. Pengguna WordPress umumnya melakukan perubahan seperti menambahkan teks, gambar, link, iklan dan lain-lainnya.

Jika Anda saat ini menggunakan theme WordPress yang menggunakan widget sidebar dan mengubahanya ke theme yang tidak memiliki widget sidebar maka Anda akan kelihangan menu tersebut. Selain itu, semua perubahan yang Anda lakukan pada sidebar.php pada thema saat ini akan ditimpa dengan theme baru yang akan Anda gunakan. Untuk itu, pastikan bahwa semua code yang Anda butuhkan pada sidebar.php tersebut dipindahkan ke sidebar theme baru.

3. Jangan Kehilangan Tracking

analytics

Umumnya webmaster atau pemilik website menggunakan analytics untuk melakukan tracking baik google analytics atau yang lainnya (Baca: Cara menggunakan google analytics dan cara membaca google analytics). Umumnya, pemasangan analytics ini dilakukan tanpa menggunakan plugin atau dilakukan manual dengan melakukan modifikasi baik di header atau footer. Beberapa theme juga menyediakan tempat untuk memasang code iklan atau adsense.

Untuk itu, pastikan Anda telah menyimpan code tracking atau analytics Anda ke theme baru. Ini adalah bagian yang sering terlewatkan oleh para webmaster atau blogger. Hal ini karena tracking code tersebut sangatlah sederhana sehingga seringkali kita melupakannya.

4. Lakukan Backup

Membuat backup sangatlah mudah untuk dilakukan di WordPress. Meski seharusnya proses pengubahan theme di WordPress tidak akan membuat data Anda hilang, namun kami sangat menyarankan agar Anda melakukan backup sebelum melakukan perubahan termasuk mengubah theme WordPress Anda. Panduan Cara Backup WordPress Dengan dan Tanpa Plugin dapat membantu Anda.

5. Gunakan Mode Maintenance

maintenance

Anda mungkin saja tidak menginginkan pengunjung website Anda melihat Anda sedang melakukan perubahan theme karena bisa saja ada beberapa fitur yang tidak bekerja atau halaman yang rusak. Untuk itu, kami sangat menyarankan agar Anda mengaktifkan halaman maintenance di website selama proses tersebut. Setelah Anda yakin dengan tampilan baru website theme website Anda, maka Anda dapat menonaktifkan halaman maintenance. Panduan Cara Membuat Halaman Maintenance dapat membantu Anda.

6. Tes fungsi plugin dan website Anda

Setelah Anda mengaktifkan theme baru Anda maka Anda harus memastikan bahwa semua fungsi website dan plugin Anda tetap bekerja dengan baik. Pastikan Anda mengecek kembali catatan-catatan apa saja yang Anda buat di tahap 1. Pastikan Anda mengecek semua fitur di website Anda termasuk proses memberikan komentar, halaman single post, page, pencarian, 404 dan lain-lain. Anda juga perlu memastikan bahwa widget Anda juga dapat bekerja dengan baik.

Selain itu, pastikan juga untuk mengecek semua plugin Anda dan pastikan semuanya bekerja dengan baik. Hal ini karena tidak jarang plugin juga digunakan untuk mengubah atau membuat tampilan website menjadi menarik. Untuk itu, Anda harus memastikan semuanya tetap bekerja dengan baik.

7. Cek Kompatibilitas Theme Anda di beberapa Browser

check-kompatibilitas-browser

Pastikan Anda melakukan pengecekan website Anda di semua browser. Browser memiliki kecenderungan proses render akses website yang berbeda-beda, khususnya Internet Explorer. Untuk itu, Anda harus memastikan bahwa design theme baru Anda terlihat baik dan bekerja dengan baik di semua browser.

8. Test Kecepatan Akses

Setelah semuanya terlihat bekerja dengan baik, maka saatnya Anda melakukan pengecekan terkait dengan kecepatan atau load time website Anda dengan membandingkannya dengan theme lama Anda. GTMetrix dapat membantu Anda untuk melakukan hal ini. Anda cukup memasukkan website Anda di GTMetrix untuk melihat hasilnya.

9. Monitor Bounce Rate

bounce-rate-analytics

Setelah Anda menggunakan theme baru, maka pastikan agar melakukan monitoring bounce rate di website Anda. Beberapa theme terlihat memiliki tampilan yang baik namun tidak dengan navigasinya. Jika Anda melihat bounce rate website Anda dengan theme baru meningkat, maka Anda tentu harus melakukan optimasi di dalamnya. Pastikan Anda telah menambahkan Posting yang terkait dengan artikel Anda, artikel populer di widget Anda dan lain-lain untuk mengurangi bounce rate di website Anda.

Anda dapat mengecek bounce rate menggunakan Google Analytics. Panduan Cara Membaca Google Analytics untuk Pemula dapat membantu Anda.

10. Dengarkan Feedback Pengunjung Anda

saran-pengunjung

Ketika theme baru dirilis maka akan ada beberapa user yang akan memberikan saran atau feedback. Akan ada dari mereka yang menyukai atau tidak suka dengan beberapa fitur di dalamnya. Lakukan komunikasi dengan pengunjung Anda melalui survei atau poling untuk mendapatkan feedback yang lebih baik.

Apakah Anda memiliki daftar yang harus dicek ketika melakukan pengubahan theme wordpress? kami sangat senang jika Anda membagikannya melalui komentar yang kami sediakan.

Bagikan Artikel Ini