Category Archives: Server dan security

  • 4
VPS

Pengertian dan Keunggulan VPS

VPS

Pengertian dan Keunggulan VPS – Virtual Private Server atau yang biasa dikenal dengan VPS merupakan semi dedicated server. Dedicated server artinya bahwa satu server penuh atau utuh dan hanya digunakan oleh satu user, tidak digunakan untuk berbagi dengan user yang lainnya.

Mengapa VPS dikatakan sebagai semi dedicated server ? Hal ini karena VPS sendiri merupakan bagian dari dedicated server (server utuh) yang dengan teknologi virtualisasi, VPS tersebut dapat dipecah atau dibagi menjadi beberapa server dengan resource seperti OS (Operating System), CPU, Memory, Disk Space dan lain-lain secara terpisah atau dengan kata lain VPS adalah server dedicated yang dibuat menjadi beberapa virtual server.

Mengapa Anda harus menggunakan VPS ?

Apakah Anda adalah perusahaan yang membutuhkan pengiriman email dalam jumlah yang besar untuk pegawai Anda? Apakah Anda membutuhkan konfigurasi khusus atau aplikasi server untuk menjalankan script Anda? Jika jawabanya iya, maka dapat dipastikan Anda membutuhkan VPS.

VPS adalah jawaban dari semua masalah yang tidak dapat diselesaikan di layanan shared web hosting.

Mengapa Anda membutuhkan Jasa Konfigurasi VPS ?

Jika Anda telah mahir dalam konfigurasi web server, tentu tidak membutuhkan jasa tersebut. Namun, jika Anda tidak paham dengan web server dan tweaking, maka dapat dipastikan Anda membutuhkannya. Hal ini karena hampir semua layanan VPS memberikan layanan unmanaged dan jika sudah include dengan manage server, maka harganya akan sangat mahal.

Dengan menggunakan jasa konfigurasi server kami, Anda akan mendapatkan VPS cPanel dan Optimasi VPS dengan harga yang sangat terjangkau. Lihat layanan konfigurasi VPS kami di:

Jasa Konfigurasi dan Kelola VPS

Berikut kami tambahkan beberapa keunggulan dan kelemahan dalam menggunakan VPS:

Keunggulan VPS

Resource Dedicated

Salah satu alasan mengapa harus memilih VPS adalah resource dedicated atau hanya untuk satu user saja dan dapat melakukan konfigurasi pada server sesuai dengan kebutuhan sendiri. Hal ini sangat berbeda dengan shared server (shared web hosting) yang akan berbagi resource dengan ribuan user lainnya dan tentu tidak mungkin melakukan konfigurasi khusus pada shared server karena perubahan konfigurasi tersebut akan berlaku untuk semua user yang berada di shared hosting tersebut.

VPS sangat disarankan untuk user atau perusahaan yang membutuhkan resource dedicated seperti untuk perusahaan yang membutuhkan resouce email yang besar tanpa batasan pengiriman email, instalasi aplikasi khusus untuk keperluan script, user yang membutuhkan resource besar karena website memiliki pengunjung yang sangat besar serta membutuhkan resource cpu yang besar dan lain-lain.

Harga yang Terjangkau

Jika dibandingkan dengan dedicated server yang mencapai jutaan rupiah, VPS sangatlah terjangkau dan saat ini VPS dengan spesifikasi standard dapat didapatkan dengan harga Rp 90.000/bln. Tentu jika dibandingkan dengan shared hosting atau shared server, harga tersebut tentu akan terlihat sedikit mahal, namun untuk vps dengan harga tersebut (sepanjang pengetahuan kami) akan memiliki resource yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan shared web hosting atau shared server dilayanan manapun.

Kelemahan VPS

Kelemahan dalam menggunakan VPS adalah hanya satu yaitu karena umumnya VPS yang dijual di hampir semua layanan adalah unmanaged VPS atau dengan kata lain sebagai pembeli kita harus melakukan setup dan konfigurasi vps sendiri. Sedangkan pihak penjual vps hanya menjual VPS tanpa bantuan konfigurasi apapun. Dalam hal ini, penjual atau provider vps hanya bertanggung jawab terhadap uptime dan down time server vps saja.

Berbeda dengan shared web hosting dimana kita akan mendapatkan cPanel, email dan sebagainya, hal tersebut tidak berlaku di VPS karena sebagai pembeli kita harus melakukan konfigurasi sendiri. Namun, kita tidak perlu khawatir dengan hal ini karena telah banyak panel gratis untuk vps yang memiliki fitur yang sama dengan cPanel dan jika kesulitan dalam konfigurasinya, maka Anda dapat menggunakan jasa setup dan manage VPS di:

Jasa Setting dan Konfigurasi VPS

Butuh bantuan atau informasi lengkap tentang VPS atau konfigurasi web server, silahkan hubungi kami di SINI


  • 0
apache mod deflate

Aktivasi Mod Deflate pada Apache

apache mod deflate

Aktivasi Mod Deflate pada Apache – Pada artikel sebelumnya, kami telah membahas terkait tahapan atau panduan dalam mengaktifkan GZIP Compression atau kompresi GZIP pada Nginx (Baca: AKTIFKAN KOMPRESI GZIP PADA NGINX) dan pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang aktivasi Mod Deflate di Apache. Gzip dan Mod Deflate memiliki fungsi yang sama yaitu untuk untuk kompresi script agar lebih cepat diakses.

Pada web server Apache, Mod deflate dapat diaktifkan melalui .htaccess jika mod rewrite pada server telah diaktifkan. Namun, cara tersebut kurang efektif karena secara umum Mod deflate sangat penting untuk mempercepat akses semua website di server sehingga akan sangat baik jika hal tersebut aktif secara default untuk semua website di server.

Berikut adalah panduan untuk mengaktifkan Mod deflate di apache:

Login ssh dengan user root di vps atau server dan kemudian carilah menu konfigurasi apache ( httpd.conf).

Setelah itu, lakukan editing terhadap file httpd.conf tersebut dengan perintah:

atau menggunakan vim

#vim httpd.conf

Pada bagian akhir konfigurasi apache Anda, silahkan tambahkan baris perintah berikut ini:

Selanjutnya, restart apache untuk menerapkan konfigurasi baru Anda tersebut dan ceklah kembali. Silahkan gunakan perintah berikut untuk mengecek modul-modul yang aktif di apache:

Jika mod deflate telah di load, maka artinya telah berhasil. Perhatikan sreen shot berikut untuk lebih jelasnya.

mod deflate
Semoga bermanfaat.


  • 2
gzip compression

Aktifkan Kompresi Gzip pada Nginx

gzip compression

Aktifkan Kompresi Gzip pada Nginx – Nginx merupakan salah satu web server tercepat yang pernah ada dan memilki kemampuan yang sangat bagus untuk menghandle file-file statis dan hal inilah mengapa Nginx sangat disukai untuk digunakan untuk web server.

Baca Tutorial Fix Rewrite WordPress pada Nginx

Selain itu, untuk meningkatkan performa kecepatan atau response pada sebuah website yang menggunakan Nginx maka perlu dilakukan beberapa tweak dan diantaranya adalah dengan mengaktifkan kompresi gzip (Gzip Compression). Seperti yang telah kita ketahui bahwa speed atau kecepatan akses website akan berpengaruh pada SERP pencarian di Google.

Pada artikel itu, kami akan memberikan panduan singkat terkait melakukan tweaking nginx dengan mengaktifkan kompresi gzip.
Login di SSH Anda dan buatlah nama file dengan ekstensi .conf. Pada contoh ini, kita akan membuat file tersebut pada /home/wayan02 dengan nama gzip.conf sehingga nama filenya akan menjadi seperti ini:

/home/wayan02/gzip.conf

Selanjutnya, isi file tersebut dengan baris berikut ini:

Selanjutnya, bukalah konfigurasi nginx vhost dari nginx dan karena kami menggunakan webuzo, maka konfigurasi vhost berada di (jika menggunakan nginx standard, umumnya berada di /etc/nginx/vhosts):

/usr/local/apps/nginx/etc/conf.d/webuzoVH.conf

Setelah itu, tambahkan baris berikut untuk meload konfigurasi gzip tersebut pada nginx:

include /home/wayan02/gzip.conf;

Sehingga konfigurasi vhost Anda akan menjadi:

Jika Anda menggunakan webuzo, maka Anda juga dapat memasukkan konfigurasi tersebut pada nginx dengan menggunakan fitur Extra Configuration di Webuzo. Berikut screen shotnya:

gzip compression

gzip compression webuzo

Selanjutnya, restart nginx dengan perintah:

#/etc/init.d/nginx restart

Setelah itu, lakukan pengecekan apakah gzip sudah aktif atau belum dengan menjalankan perintah berikut di bash atau ssh:
curl -H “Accept-Encoding: gzip” -I https://www.idsysadmin.com (idsysadmin.com adalah contoh test website kami)
Jika hasilnya seperti screen shot berikut, maka artinya telah berhasil:

cek gzip compression

Berikut hasil speed website setelah melakukan tweaking dengan mengaktifkan kompresi gzip pada nginx:

google speed test

Semoga bermanfaat dan selamat menikmati banyak pengunjung karena kecepatan website Anda tersebut akan disukai oleh google.


  • 0
Amankan SSH Akses

Cara Mengubah Port SSH Web Server

Cara Mengubah Port SSH

Cara Mengubah Port SSH Web Server – SSH atau Secure Shell adalah protokol untuk mengakses serta mengeksekusi perintah dengan koneksi yang secure atau aman pada sebuah server. Dengan SSH, kita dapat melakukan remote server dan melakukan perintah bash shell layaknya server jarak jauh tersebut berada di depan kita.

Karena sifatnya yang sangat penting dimana jika seseorang telah mendapatkan hak akses ssh (khususnya root) maka orang tersebut telah memiliki kontrol penuh terhadap server tersebut sehingga kita wajib untuk mengamankan akses ssh dan memastikan hanya orang yang dapat dipercaya sajalah yang dapat mengakses SSH tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan mengubah port SSH.

Secara default, SSH akan menggunakan port 22 untuk aksesnya. Tidak ada masalah dengan port 22 tersebut, hanya saja karena sifatnya yang umum maka port tersebut akan menjadi sasaran para hacker untuk mencuri akses SSH Anda dengan melakukan Brute Force sehingga sangat direkomendasikan untuk mengubahnya.

Cara Mengubah Port SSH

Ada dua tahap yang kami rekomendasikan untuk mengubah port SSH pada server Anda yaitu menggunakan CSF (Config Security and Firewall) untuk memastikan port yang baru untuk SSH tersebut terbuka dan kemudian mengubah Port SSH.

Cara Membuka Port dengan Menggunakan CSF

Misalnya, dalam contoh ini, kita akan menggunakan port 65001 sebagai pengganti port SSH 22, maka kita harus memastikan port 65001 tersebut terbuka karena jika tidak maka setelah port SSH diubah maka kita justru tidak dapat login SSH ke server.

Untuk membuka port tersebut, maka sangat disarankan untuk menginstal CSF (ConfigServer and Security Firewall) karena dengan bantuan CSF tersebut maka kita dapat membuka port dengan mudah. CSF adalah cara termudah untuk membuka port karena dengan CSF kita dapat mengontrol IPTables (Baca Panduan Menggunakan CSF).

Cara Install CSF

Berikut panduan cara untuk menginstal CSF:

Download CSF dengan perintah:

#wget http://www.configserver.com/free/csf.tgz

Ekstrak file csf.tgz dengan perintah:

#tar -xzf csf.tgz

Masuk ke dalam folder instalasi SSH dengan perintah:

#cd csf

Install CSF dengan perintah:

#./install.sh

Tunggu hingga proses selesai dan kemudian restart CSF tersebut dengan perintah:

#csf -r

Membuka Port 65001 dengan CSF

Untuk membuka port tersebut, silahkan buka konfigurasi csf dengan perintah berikut:

#nano /etc/csf/csf.conf

atau

#vim /etc/csf/csf.conf

Selanjutnya, carilah baris Allow incoming TCP dan tepat dibawah baris tersebut, silahkan tambahkan port 65001 dan simpan. Perhatikan screen shot berikut:

Buka port csf

Setelah itu, restartlah csf dengan perintah:

#csf -r

Selesai, port 65001 pada server Anda telah dibuka dan siap untuk digunakan oleh untuk port SSH

Mengubah Port SSH ke Port 65001

Berikut adalah tahapan cara untuk mengubah port SSH di server.

Ubah atau edit file konfigurasi ssh pada /etc/ssh/sshd_config dengan melalui perintah:

#nano /etc/ssh/sshd_config

atau

#vim /etc/ssh/sshd_config

Setelah itu, pada bagian Port, tambahkan atau ubah baris perintah tersebut dari:

#Port 22

Menjadi

Port 65001

Perhatikan screen shot berikut lebih jelasnya:

ubah port sshd

Selanjutnya, restartlah service SSH pada server Anda dengan perintah:

#service ssh restart

Cek untuk memastikan apakah service ssh telah menggunakan port 65001 atau belum dengan menggunakan telnet. Silahkan gunakan perintah berikut untuk mengeceknya:

#telnet localhost 65001

Jika belum ter-install, silakan install telnet dengan melalui perintah:

#yum -y install telnet

Jika hasilnya sama seperti berikut, maka artinya ssh telah menggunakan port 65001

# telnet localhost 65001
Trying ::1…
Connected to localhost.
Escape character is ‘^]’.
SSH-2.0-OpenSSH_5.3
(ketikkakan quit dan tekan enter untuk keluar dari telnet)

cek telnet ssh

Selesai.  Dengan begitu maka port SSH Anda telah diubah dan tentu SSH Anda akan semakin aman atau secure karena tidak ada orang yang mengetahui port SSH yang Anda gunakan selain Anda.

Tips: Anda dapat menggunakan range port 49152 – 65535 untuk port SSH Anda (tidak harus 65001). Kami menyarankan untuk menggunakan range port tersebut untuk menghindari terjadinya masalah teknis yang mungkin terjadi karena adanya service pada server Anda yang menggunakan port tersebut.

Silakan share pengalaman Anda tentang cara mengamankan atau Cara Mengubah Port SSH atau silakan bertanya melalui form komentar yang kami sediakan.

Semoga bermanfaat.