Cara Melakukan Redirect Menggunakan .htaccess

Last Updated: July 28, 2016 | By Wayan | Filed in: Server dan security, Wordpress.
Hosting Unlimited Indonesia

redirect menggunakan .htaccess - redirect htaccess

Cara Melakukan Redirect Menggunakan .htaccess –  Secara otomatis, sebuah website normalnya akan dapat diakses dengan menggunakan www atau tanpa www. Namun, karena mesin pencari seperti google tidak mengizinkan hal tersebut atau akan melakukan pinalti karena akan menyebabkan duplicate content maka Anda harus memilih salah satu URL saja, dengan www atau tanpa www. Pada artikel ini, kami akan membahas tentang cara melakukan redirect menggunakan .htaccess.

Untuk pembahasan tentang perbedaan dan keuntungan menggunakan www dan non-www pada pembahasan Perbedaan WWW dan non-WWW untuk SEO. Kami juga menyarankan agar Anda mengecek pembahasan kami tentang Cara Mengubah URL WordPress Menjadi WWW.

Pengertian htaccess

Htaccess adalah file tersembunyi dengan format teks yang berada di server atau cPanel yang fungsinya untuk mengontrol pengunjung ketika mengakses website. Htaccess juga dapat berguna untuk memblokir beberapa traffic atau mengizinkan orang tertentu untuk mengakses file di website Anda.

Untuk melihat file Htaccess maka Anda harus mengaktifkan fungsi Show Hidden Files (dotfiles) dari File Manager >> Settings dan berikan centang pada Show Hidden Files (dotfiles).

Pengertian htaccess - show hidden file htaccess

Apa yang dapat dilakukan dengan Htaccess?

Selain digunakan untuk membuat redirect, .htaccess memiliki banyak fungsi atau manfaat. Berikut adalah beberapa contoh atau fungsi yang dapat dilakukan melalui .htaccess:

  • Melakukan Redirect URL – Seperti pada yang dibahas pada konten Redirect Menggunakan .htaccess
  • Memproteksi folder atau direktori dengan password
  • Melakukan custom halaman error seperti halaman 404 dan lain-lain
  • Mengubah ekstensi URL seperti permalink pada WordPress – Seperti pada pembahasan kami pada Cara Mengubah URL WordPress menjadi SEO. Pada konten tersebut, kami menambahkan .html di akhir url
  • Block dan allow atau izinkan beberapa IP tertentu untuk mengakses file atau website – Hal ini sama seperti pembahasan kami pada Aktifkan dan non-aktifkan xmlrpc.php WordPress di cPanel. Pada contoh tersebut kami mencontohkan akses file XMLRPC untuk IP tertentu
  • Mengubah atau mengaktifkan fungsi dan nilai php.ini
  • Dan lain-lain 🙂

Cara Membuat Htaccess

Htaccess dapat dibuat dengan sangat mudah. Untuk melakukannya, cukup login di file manager dan kemudian buatlah file dengan nama .htaccess.

Cara membuat Htaccess Htaccess dapat dibuat dengan sangat mudah. Untuk melakukannya, cukup login di file manager dan kemudian buatlah file dengan nama .htaccess. Setelah itu, masukkan konfigurasi .htaccess yang ingin Anda tambahkan. Misalnya, dalam kasus ini kami akan menambahkan konfigurasi .htaccess standard atau default dari wordpress: note: karena file htaccess tersebut berada di public_html dan di set RewriteBase / yang artinya akan bekerja pada semua direktori di public_html

Setelah itu, masukkan konfigurasi .htaccess yang ingin Anda tambahkan. Misalnya, dalam kasus ini kami akan menambahkan konfigurasi .htaccess standard atau default dari wordpress:

<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>

# END WordPress

note: karena file htaccess tersebut berada di public_html dan di set RewriteBase / yang artinya akan bekerja pada semua direktori di public_html

Mengapa Harus Melakukan Redirect

Redirect adalah hal yang sangat penting karena akan membantu mesin pencari mengenali url pada website Anda apakah masih valid atau tidak. Dengan melakukan redirect halaman atau url yang tidak valid/broken akan diarahkan ke halaman yang benar atau valid maka secara otomatis akan membantu memberitahu mesin pencari memperbaiki crawl pada website Anda dan juga pengunjung website Anda akan dibawa ke halaman yang benar ketika mengaksesnya.

Pada wordpress, Anda dapat melakukan redirect dengan mudah dengan menggunakan plugin redirect. Anda cukup menginstal plugin tersebut dan kemudian melakukan konfigurasi di dalamnya.

Cara Melakukan Redirect Menggunakan .htaccess

Di artikel ini kami hanya akan membahas cara melakukan redirect dengan menggunakan .htaccess dan untuk redirect dengan menggunakan plugin wordpress atau dengan cara lainnya akan kami bahas di artikel selanjutnya.

Redirect non-www ke www .htaccess

Untuk melakukan redirect non-www ke www, maka Anda dapat menambahkan baris perintah berikut pada .htaccess Anda:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainanda.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domainanda.com/$1 [L,R=301]

Redirect www ke non-www .htaccess

Untuk redirect www ke non-www, maka Anda dapat melakukan dengan menambahkan baris perintah berikut pada .htaccess:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domainanda.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainanda.com/$1 [L,R=301]

Redirect url tertentu ke url lain dalam satu website

.htaccess juga dapat digunakan untuk mengarahkan url tertentu yang sudah tidak digunakan ke url lain yang berkaitan dengan menambahkan baris perintah berikut:

Redirect 301 http://domainanda.com/urllama.html http://domainanda.com/urlbaru.html

atau

Redirect 301 /urllama.html /urlbaru.html

Redirect url tertentu ke url lain dalam satu website

Dengan .htaccess, Anda juga dapat mengarahkan url atau file tertentu ke website lain dengan menambahkan baris perintah berikut:

Redirect 301 /urllama.html http://domainbaru.net/urlbaru.html

atau

Redirect 301 /urllama.html http://domainbaru.net/urlbaru.html

Redirect seluruh website ke website lain

Untuk melakukan redirect seluruh isi website baik dengan www atau tanpa www ke website lain, maka dapat dilakukan dengan menambahkan baris berikut pada .htaccess:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainlama.com[NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domainlama.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainbaru.com/$1 [L,R=301,NC]

Bonus – Perbedaan Redirect 301 dan 302

Anda dapat melakukan redirect halaman ke halaman atau ke website lain dengan baik dengan menggunakan redirect 301 dan 302.

Contoh redirect 301

Redirect 301 http://domainanda.com/urllama.html http://domainanda.com/urlbaru.html

Contoh redirect 302

Redirect 302 http://domainanda.com/urllama.html http://domainanda.com/urlbaru.html

Namun, ada perbedaan mendasar yang perlu Anda ketahui tentang perbedaan redirect menggunakan .htaccess  redirect 301 dan 302 karena hal ini berkaitan dengan SEO dan berkaitan dengan bagaimana mesin pencari memperlakukan redirect yang Anda lakukan tersebut.

Ketika Anda melakukan redirect halaman dengan redirect 301 maka artinya Anda me-redirect atau mengalihkan pengunjung pada halaman tersebut ke halaman atau website lain secara permanen. Redirect 301 akan memberikan respon HTTP 301 yang artinya memberitahu pengunjung (termasuk mesin pencari) bahwa halaman tersebut dipindahkan secara permanen.

Sementara itu, redirect 302 akan memberikan respon 302 found pada HTTP yang artinya HTTP 302 memberitahu pengunjung halaman yang Anda redirect atau alihkan tersebut termasuk mesin pencari bahwa halaman tersebut telah dipindahkan sementara waktu.

Redirect 301 memberikan keuntungan jangka panjang misalnya untuk mengarahkan domain ke URL afiliasi dan lain-lain yang tentu waktunya sangat lama bahkan selamanya. Sedangkan 302 akan mengarahkan halaman ke url sementara waktu saja dan sangat berguna ketika Anda melakukan maintenance website Anda sehingga mesin pencari mengetahui redirect tersebut sementara waktu saja dan akan kembali menelusurinya dalam waktu dekat untuk mengetahui URL permanennya.

Dengan beberapa variasi redirect tersebut maka kami harap dapat membantu Anda dalam melakukan redirect menggunakan .htaccess  url yang mengalami broken link atau tidak terpakai ke halaman yang benar sehingga tidak mendapatkan pinalti dari google. Silakan share pendapat Anda atau bertanya terkait redirect dengan .htaccess melalui form komentar yang kami sediakan. Kami akan membantu permasalahan redirect yang Anda alami melalui komentar.

Semoga bermanfaat.

 

Hosting Unlimited Indonesia
Bagikan Artikel Ini

Tags: ,

27 comments on “Cara Melakukan Redirect Menggunakan .htaccess

  1. Rahmat says:

    terima kasih artikelnya sangat bermanfaat sekali

  2. For Guides says:

    sangat membantu, terima kasih

  3. flashlagu says:

    terimakasih mas, download script punya orang tapi diredirect ahahah :v
    saya coba ini mungkin membantu. terimakasih 🙂

  4. shavira says:

    Thanks artikelnya. sangat membantu

  5. agung says:

    kalo direct https ke http gimana ya gan 🙁
    aku lagi problem ni, semua link double

    • Wayan says:

      Jika wordpress, cobalah rename .htaccess Anda menjadi htaccess.bak dan ubah base urlnya dari menu General >> Settings. Dengan begitu, url Anda akan kembali.

    • Wayan says:

      silakan. kami harap dapat membantu dan memberikan pengetahuan untuk semua pembaca tentan cara menggunakan .htaccess dengan benar 🙂

  6. kalo redirect dari domain satu ke domain yang lain dalam satu hosting bisa ngk yahh???

  7. saya baru tahu kalau redirect 301 302 itu beda, terimakasih atas informasinya yang sangat membantu saya..

    • Wayan says:

      Benar sekali. Redirect htaccess dengan 301 artinya adalah redirect permanen dan redirect dengan 302 artinya adalah redirect temporary. Ini sangat penting untuk SEO jadi pastikan untuk menggunakannya dengan tepat.

  8. Yudha says:

    Cara redirect akses www menjadi non-www pada Blogger gimana ya? Saya bingung, ga ada pilihan cpanelnya karena saya cuman beli domain saja. Terus supaya saya bisa masuk ke cpanelnya gimana ya? Terima kasih 😀

  9. kalo auto redirect seluruh link keluar ke sebuah halaman tententu gimana caranya gan?
    tengkiyu

    • Wayan says:

      Bisa dirinci maksud redirect link keluar? karena dengan redirect:

      RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainlama.com[NC,OR]
      RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domainlama.com [NC]
      RewriteRule ^(.*)$ http://domainbaru.com/$1 [L,R=301,NC]

      Maka secara otomatis seluruh isi domain lama Anda akan di redirect ke domain baru.

  10. adrian says:

    saya ga paham ini mas
    login kemana
    buatnya di mana
    simpennya di mana

    bingung ga ada tutornya
    mau ganti alamat situs yang dulu ke yg baru lewat google console tp ada step yg di haruskan saya buat file htaccess 301 dulu

    • Wayan says:

      htaccess dapat dibuat di file home root website Anda. Jika Anda menggunakan cPanel, silakan akses file manager dan buatlah .htaccess di public_html Anda.

  11. mantap sekali terima kasih banyak

  12. saya sangat berterima kasih dengan adanya artikel ini sehingga saya dapat memindahkan pengunjung web saya yang lama ke domain yang baru,

    • Wayan says:

      Terima kasih atas feedbacknya. pastikan juga Anda memahami redirect 301 dan 302 untuk memastikan SEO yang baik ketika melakukan redirect.

  13. otista78 says:

    selamat tahun baru 2017 gan! 🙂
    mohon petunjuk gan, kalau ada subdomain misal site1.abc.com, ingin supaya kontennya / isi web nya sama dengan konten abc.com, tanpa merubah alamat url pada address bar (Tetap terbaca site1.abc.com).

    Apakah ada script htaccessnya yg memungkinkan hal tsb gan?
    kalau ada mohon dishare gan, kalau tidak ada saya harus gunakan apa gan? terimakasih gan.

    • Wayan says:

      Untuk hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan melakukan redirect .htaccess. Solusi hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan cname.

      Silakan akses dns editor Anda (jika pada cPanel ada di menu Advance DNS Zone Editor), ubah type record dari subdomain site1.abc.com ke CNAME dan arahkan ke domain abc.com.

      Dengan begitu, maka site1.abc.com akan menampilkan konten yang sama persis dengan konten abc.com tetapi URLnya site1.abc.com.

      Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *