Cara Melakukan Redirect Menggunakan .htaccess

redirect htaccess

redirect menggunakan .htaccess - redirect htaccess

Cara Melakukan Redirect Menggunakan .htaccess –  Secara otomatis, sebuah website normalnya akan dapat diakses dengan menggunakan www atau tanpa www. Namun, karena mesin pencari seperti google tidak mengizinkan hal tersebut atau akan melakukan pinalti karena akan menyebabkan duplicate content maka Anda harus memilih salah satu URL saja, dengan www atau tanpa www. Pada artikel ini, kami akan membahas tentang cara melakukan redirect menggunakan .htaccess.

Untuk pembahasan tentang perbedaan dan keuntungan menggunakan www dan non-www pada pembahasan Perbedaan WWW dan non-WWW untuk SEO. Kami juga menyarankan agar Anda mengecek pembahasan kami tentang Cara Mengubah URL WordPress Menjadi WWW.

Pengertian htaccess

Htaccess adalah file tersembunyi dengan format teks yang berada di server atau cPanel yang fungsinya untuk mengontrol pengunjung ketika mengakses website. Htaccess juga dapat berguna untuk memblokir beberapa traffic atau mengizinkan orang tertentu untuk mengakses file di website Anda.

Untuk melihat file Htaccess maka Anda harus mengaktifkan fungsi Show Hidden Files (dotfiles) dari File Manager >> Settings dan berikan centang pada Show Hidden Files (dotfiles).

Pengertian htaccess - show hidden file htaccess

Apa yang dapat dilakukan dengan Htaccess?

Selain digunakan untuk membuat redirect, .htaccess memiliki banyak fungsi atau manfaat. Berikut adalah beberapa contoh atau fungsi yang dapat dilakukan melalui .htaccess:

  • Melakukan Redirect URL – Seperti pada yang dibahas pada konten Redirect Menggunakan .htaccess
  • Memproteksi folder atau direktori dengan password
  • Melakukan custom halaman error seperti halaman 404 dan lain-lain
  • Mengubah ekstensi URL seperti permalink pada WordPress – Seperti pada pembahasan kami pada Cara Mengubah URL WordPress menjadi SEO. Pada konten tersebut, kami menambahkan .html di akhir url
  • Block dan allow atau izinkan beberapa IP tertentu untuk mengakses file atau website – Hal ini sama seperti pembahasan kami pada Aktifkan dan non-aktifkan xmlrpc.php WordPress di cPanel. Pada contoh tersebut kami mencontohkan akses file XMLRPC untuk IP tertentu
  • Mengubah atau mengaktifkan fungsi dan nilai php.ini
  • Dan lain-lain 🙂

Cara Membuat Htaccess

Htaccess dapat dibuat dengan sangat mudah. Untuk melakukannya, cukup login di file manager dan kemudian buatlah file dengan nama .htaccess.

Cara membuat Htaccess Htaccess dapat dibuat dengan sangat mudah. Untuk melakukannya, cukup login di file manager dan kemudian buatlah file dengan nama .htaccess. Setelah itu, masukkan konfigurasi .htaccess yang ingin Anda tambahkan. Misalnya, dalam kasus ini kami akan menambahkan konfigurasi .htaccess standard atau default dari wordpress: note: karena file htaccess tersebut berada di public_html dan di set RewriteBase / yang artinya akan bekerja pada semua direktori di public_html

Setelah itu, masukkan konfigurasi .htaccess yang ingin Anda tambahkan. Misalnya, dalam kasus ini kami akan menambahkan konfigurasi .htaccess standard atau default dari wordpress:

<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>

# END WordPress

note: karena file htaccess tersebut berada di public_html dan di set RewriteBase / yang artinya akan bekerja pada semua direktori di public_html

Mengapa Harus Melakukan Redirect

Redirect adalah hal yang sangat penting karena akan membantu mesin pencari mengenali url pada website Anda apakah masih valid atau tidak. Dengan melakukan redirect halaman atau url yang tidak valid/broken akan diarahkan ke halaman yang benar atau valid maka secara otomatis akan membantu memberitahu mesin pencari memperbaiki crawl pada website Anda dan juga pengunjung website Anda akan dibawa ke halaman yang benar ketika mengaksesnya.

Pada wordpress, Anda dapat melakukan redirect dengan mudah dengan menggunakan plugin redirect. Anda cukup menginstal plugin tersebut dan kemudian melakukan konfigurasi di dalamnya.

Cara Melakukan Redirect Menggunakan .htaccess

Di artikel ini kami hanya akan membahas cara melakukan redirect dengan menggunakan .htaccess dan untuk redirect dengan menggunakan plugin wordpress atau dengan cara lainnya akan kami bahas di artikel selanjutnya.

Redirect non-www ke www .htaccess

Untuk melakukan redirect non-www ke www, maka Anda dapat menambahkan baris perintah berikut pada .htaccess Anda:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainanda.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domainanda.com/$1 [L,R=301]

Redirect www ke non-www .htaccess

Untuk redirect www ke non-www, maka Anda dapat melakukan dengan menambahkan baris perintah berikut pada .htaccess:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domainanda.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainanda.com/$1 [L,R=301]

Redirect url tertentu ke url lain dalam satu website

.htaccess juga dapat digunakan untuk mengarahkan url tertentu yang sudah tidak digunakan ke url lain yang berkaitan dengan menambahkan baris perintah berikut:

Redirect 301 http://domainanda.com/urllama.html http://domainanda.com/urlbaru.html

atau

Redirect 301 /urllama.html /urlbaru.html

Redirect url tertentu ke url lain dalam satu website

Dengan .htaccess, Anda juga dapat mengarahkan url atau file tertentu ke website lain dengan menambahkan baris perintah berikut:

Redirect 301 /urllama.html http://domainbaru.net/urlbaru.html

atau

Redirect 301 /urllama.html http://domainbaru.net/urlbaru.html

Redirect seluruh website ke website lain

Untuk melakukan redirect seluruh isi website baik dengan www atau tanpa www ke website lain, maka dapat dilakukan dengan menambahkan baris berikut pada .htaccess:

RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainlama.com[NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domainlama.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainbaru.com/$1 [L,R=301,NC]

Bonus – Perbedaan Redirect 301 dan 302

Anda dapat melakukan redirect halaman ke halaman atau ke website lain dengan baik dengan menggunakan redirect 301 dan 302.

Contoh redirect 301

Redirect 301 http://domainanda.com/urllama.html http://domainanda.com/urlbaru.html

Contoh redirect 302

Redirect 302 http://domainanda.com/urllama.html http://domainanda.com/urlbaru.html

Namun, ada perbedaan mendasar yang perlu Anda ketahui tentang perbedaan redirect menggunakan .htaccess  redirect 301 dan 302 karena hal ini berkaitan dengan SEO dan berkaitan dengan bagaimana mesin pencari memperlakukan redirect yang Anda lakukan tersebut.

Ketika Anda melakukan redirect halaman dengan redirect 301 maka artinya Anda me-redirect atau mengalihkan pengunjung pada halaman tersebut ke halaman atau website lain secara permanen. Redirect 301 akan memberikan respon HTTP 301 yang artinya memberitahu pengunjung (termasuk mesin pencari) bahwa halaman tersebut dipindahkan secara permanen.

Sementara itu, redirect 302 akan memberikan respon 302 found pada HTTP yang artinya HTTP 302 memberitahu pengunjung halaman yang Anda redirect atau alihkan tersebut termasuk mesin pencari bahwa halaman tersebut telah dipindahkan sementara waktu.

Redirect 301 memberikan keuntungan jangka panjang misalnya untuk mengarahkan domain ke URL afiliasi dan lain-lain yang tentu waktunya sangat lama bahkan selamanya. Sedangkan 302 akan mengarahkan halaman ke url sementara waktu saja dan sangat berguna ketika Anda melakukan maintenance website Anda sehingga mesin pencari mengetahui redirect tersebut sementara waktu saja dan akan kembali menelusurinya dalam waktu dekat untuk mengetahui URL permanennya.

Dengan beberapa variasi redirect tersebut maka kami harap dapat membantu Anda dalam melakukan redirect menggunakan .htaccess  url yang mengalami broken link atau tidak terpakai ke halaman yang benar sehingga tidak mendapatkan pinalti dari google. Silakan share pendapat Anda atau bertanya terkait redirect dengan .htaccess melalui form komentar yang kami sediakan. Kami akan membantu permasalahan redirect yang Anda alami melalui komentar.

Semoga bermanfaat.

 

Bagikan Artikel Ini